LAKON KARYA ATAS CINTA
KARYA : TAUFIQUR RAHMAN
(TEATER I’TIBAR)
1
“DI ATAS PANGGUNG TERLIHAT SILUET YANG MEMBELAH PANGGUNG. SISI LAIN TERDAPAT SOSOK SATU DUDUK DI ATAS KURSI MEMEGANG PENA DAN KERTAS. DISEBELAHNYA TERDAPAT ALAT TULIS YANG BIASA DIGUNAKAN OLEHNYA.SOSOK SATU SAMBIL MEMEGANG PENA DAN KERTAS IA MENGELUARKAN IGAUAN YANG TAK KARUAN”
SOSOK I : Aku hanya manusia biasa yang sering melakukan maksiat. Kata orang yang melihatku,aku penuh keistimewaan dengan pena dan kertas ini. Padahal sering kali aku bingung dengan sikap dan perasaanku. Aku terlalu egois yang ingin apa yang kubuat adalah sebuah maha karya. Tapi aku tidak bisa melakukan itu karena aku ingin punya sahabat.
SOSOK II : Tak perlu berkeluh kesah terhadap apa yang kau inginkan! Aku disini siap membantumu! (SOSOK I MERABA-RABA SILUET SEOLAH- OLAH MENCARI SESUATU KEMUDIAN DIA MENULIS DENGAN GIRANGYA).
SOSOK I : Kau yakin dapat membantuku? Asal kau tau di otakku hanya lakon yang akan dimainkan oleh teman-temanku! Mereka seniman-seniman yang handal,kuat mental! Sampai mereka rela hidup mereka sebagai hidup. Jadi,aku dapatkan mempermainkanmu sesuai lakon yang kubuat.(TERTAWA SEBENTAR KEMUDIAN KEMBALI MERENUNG).
SOSOK II : Aku tau apa yang kau inginkan dan apa yang harus kau perbuat! (SOSOK II MASUK KE PANGGUNG DARI SAMPING STAGE DAN SOSOK I BERTANYA DENGAN KEHERANAN)
SOSOK I : Yang benar?? Apa kau serius?? Jelaskan apa yang kau ketahui tentang diriku?? (MENYINDIR)
SOSOK II :Yang kau inginkan adalah ketenangan,kesenangan dan motivasi hidup. Kau bisa mendapatkannya dari seorang sahabat.
SOSOK I : TERMENUNG DAN MENGELUARKAN AIR MATA)
Telah lama aku dambakan apa yang kau katakan. Tetapi saat ini aku hanya mempunyai pena dan kertas ini . Dengan benda ini aku berusaha menyampaikan aspirasi dan keadaan rakyat sekarang! Jadi hanya benda ini sahabatku.
SOSOK I : Baik, aku mengerti ….tapi yang ku maksud bukan hanya itu…
2
SOSOK I : Lalu apa??
SOSOK II : Sesosok sahabat yang memperhatikanmu dan bukan kau harus memperhatikan dia. Sahabat yang selalu memehami ,menemani, menghargai dan mendorong dari hasil katyamu… Dan kau hanya tinggal duduk manis sambil menulis dan menunggu secangkir teh darinya.
SOSOK I: Andai sahabat itu datang. Dia membawa ketenangan, kegembiraan dan semangat hidup yang tak pernah kurasakan sebelumnya.
SOSOK II : Akhirnya kau mengerti juga!
SOSOK I : Dimana aku dapat menemukannya?? (PENASARAN)
SOSOK II : Di dalam hati dan jati dirimu!
SOSOK I : Bukankah kedua hal itu telah ada dalam diriku??
SOSOK II : Benar, namun kau belum menemukannya.
SOSOK I : Kau pembohong, mulut besar, penghasut!!
(MELEMPARI DENGAN KERTAS YANG BERCECERAN)
SOSOK II : Hei…hei…hei… bagaimana kau akan mendapatkannya jika hati dan jiwamu tak tenang!!
SOSOK I : Ya…pasti aku dapatkan. Jika apa yang aku pikirkan menjadi buah mimpi yang indah…
SOSOK II : Tapi…apakah yang kau pikirkan akan terdengar olehnya??
SOSOK I : kurasa…ya dia mendengar aku bahkan memahami setiap kata yang aku ucap! (SINIS)
SOSOK II : Jika tidak???
SOSOK I : Lebih baik aku mati karya diatas cinta…daripada aku harus mati cinta diatas karya!!!
SOSOK II : Cinta?? Bukankah kau pernah mencintai seseorang??
SOSOK I : Ya, aku pernah mencintai seseorang…tapi itu dulu…
3
SOSOK II : Tidak sadarkah kau sungguh egois?? Tidak memahami perasaan orang yang mencintai kau??
SOSOK I : Ya!! Aku memang egois karena jiwa dan hidupku sudah kerasukan setan-setan yang tak pernah terlihat oleh mata telanjang!!!
SOSOK II : Hmm…lalu bagaimana dengan hati dan perasaan dia yang sudah kau khianati??
SOSOK I : Itu bukan urusanku!!! (SINIS)
SOSOK II : Baiklah… aku menyerah dalam mengendalikanmu…sekarang lebih baik kau berteriak dan ucapkan kepada yang kau maksud!!
SOSOK I : Apa yang kau maksud??
SOSOK II : Kau ungkapkan sejujurnya apa yang kau rasa dan apa yang kau inginkan!!!
SOSOK I : Ya…aku akan lakukan. Jika dia telah berjanji akan menyongsong terus fajar yang kian lama akan terbenam di ufuk timur…dan dia pun telah berjanji tidak akan pernah membenciku setelah apa yang kita perbuat…
SOSOK II : Tapi apakah kau yakin dia akan mengerti terhadap apa yang kau ucapkan??? Bukankah dia seorang tuna netra,tuna wicara dan tuna rungu??
SOSOK I : Aku akan gunakan hatiku untuk meluluhkan hatinya…!!! Jika dia tidak mengerti juga, terpaksa aku akan mati demi apa yang aku dambakan!! Bukan hasrat yang menggiring aku ke neraka, tapi hasrat yang menggiring aku ke surga!!! (MENGAMBIL SEBILAH PISAU HENDAK MEMUTUSKAN URAT NADI TANGANNYA).
SOSOK II : Hei…kau tidak lihat??? Dia tidak akan pernah memahamimu…dia rela mati demi kau!!!
SOSOK I : Aku tak peduli, tapi aku akan menyendiri memahami hembusan udara, kicauan burung dan sejuknya embun fajar…(MELEPASKAN PISAU YANG NYARIS MEMBUNUHNYA)
SOSOK II : Hal itu yang akan kau dapatkan jika kau telah bertemu dengannya…
4
SOSOK I : Untuk apa aku harus menemui seseorang yang sudah tidak aku cintai???
SOSOK II : Agar kau meminta maaf atas apa yang kau perbuat…dan kau harus bertanggung jawab terhadap perkataanmu yang menyangkut perasaannya!!!
SOSOK I : Minta maaf?? Minta maaf?? Minta maaf?? Kenapa aku harus melakukan itu?? Memang aku telah berbuat kesalahan yang fatal?? Sehingga aku harus rela harga diriku kukorbankan hanya untuk meminta maaf??? (MARAH DAN MELEMPARKAN KURSI).
SOSOK II : Karena kau telah menyakiti hati sucinya dan kau telah menodai kesuciannya!!!
SOSOK I : Itu semua diluar kesadaranku…
SOSOK II : Tapi kau memanfaatkannya hanya untuk memenuhi hasrat kebiadabanmu… Yang menganggap dia hanya aktris yang bermain pada lakon yang kau buat!!! Saat itu dia sangat sengsara dan menderita karena sikapmu yang hanya mementingkan diri sendiri…dan saat itu pula ia tak tau dimana dan bagaimana ia harus hidup hingga ajal menjemputnya!!! Dan kau tak pernah tau dan tidak ada usuha agar kau tau!!!
(MENYUDUTKAN SOSOK I, SOSOK I SEMAKIN TERTEKAN DENGAN KEJIWAANNYA HINGGA IA BERTERIAK TAK KARUAN MENYESALI APA YANG TELAH IA LAKUKAN)
SOSOK I : Aaa…aaa…aaa…aaa…(BERTERIAK)
Aku biadab…tak berperasaan!!! Egois!!! Bodoh!!! Aku bagaikan binatang yang tolol dan buas!!! (BERTERIAK SAMBIL MELAKUKAN AKTIFITAS TAK KARUAN)
SOSOK II : Kau tak perlu berteriak dan berbuat seperti itu…karena toh itu hanya menghabiskan energi…dan perbuatanmu tidak akan merubah keadaannya sedikitpun…keterpurukan dia yang tak pernah kau tengok dan kau rasakan!!!
SOSOK I : Aku rasakan itu…aku rasakan…(MIRIS)
SOSOK II : Tapi semua itu percuma…penyesalanmu tidak membuahkan apapun bagi diri dan kehidupannya…karena dia…karena dia telah tiada…dia telah mati…seseorang yang begitu cantik, indah, pintar, cerdas yang mendekati titik kesempurnaan itu telah kau khianati cintanya… kau bagaikan penjual yang menjual belikan perasaan hatinya!!!
5
SOSOK I : Cukup!! Cukup!!
Aku sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan busukmu!!! Aku sadar mencintainya tidak cukup dengan mata telanjang tapi dengan matahati…
SOSOK II : Matahatimu telah hitam!!!
Yang di selimuti pikiran-pikiran porno, anarkis, egois, sok cerdas, ingin menang sendiri dan….
SOSOK I : Akan kubunuh kau!!! Karena ocehanmu yang busuk itu!!!
SOSOK II : Lihatlah saudara-saudara!! Manusia yang mempunyai hati untuk merenung dan otak untuk berfikir melakukan hal yang sebodoh ini…karena matahatinya penuh dengan kegelapan dan tidak mempunyai perasaan cinta dan rasa menghargai terhadap sesamanya…
SOSOK I : Diam cecunguk busuk!!!! Kau membuat jiwaku menjadi gila…dan kegilaan itu akan menghabiskan pula kenikmatan di kehidupanmu!!!
SOSOK II : Hei apa kau sadar apa yang kau ucapkan?? Dan siapa sebenarnya dirimu??
SOSOK I : Memang siapa sebenarnya diriku?
SOSOK II : Kau terlahir dari sebuah mimpi dan realita kehidupan yang mengawali ke gerbang kehidupan nyata… oleh karena itu, semua yang kau perbuat dank au ucapkan kau hanya berfikir itu mimpi… memang dalam kehidupan nyata mimpi itu awal dari keberhasilan yang pasti memiliki berjuta-juta halangan dan rintangan… tapi kehidupanmu, mulai dari lahir hingga saat ini adalah mimpi.
SOSOK I : Berarti jika ucapanmu benar, semua yang hadir di gedung ini mereka tertidur… dan mereka bermimpi menonton kita yang penuh kekonyolan? Aku semakin bingung dengan apa yang telah kau ucapkan?
SOSOK II : Ya, yang kau katakan benar…dan semua orang yang hadir di gedung ini sedang bermimpi… Tanpa kau sadari mimpi mereka adalah kita yang sedang berada di atas panggung ini.
(SOSOK I MEMANDANGI PENONTON DENGAN KEANEHAN SAMBIL IA SEOLAH-OLAH MERABA DAN MENCARI RUANG BATAS ANTARA KEHIDUPAN NYATA DAN MIMPI)
6
SOSOK II : Apa yang sedang kau lakukan?
SOSOK I : DIam kau! Tak perlu kau campuri hidupku.
SOSOK II : Kau seperti orang gila!
(SOSOK I SAMBIL MENCARI DAN TERUS MERABA DIMANA RUANG ANTARA DUA DUNIA TERSEBUT. SESEKALI IA CEKIKIKAN, MENANGIS, TERMENUNG SAMBIL MENULIS DI CATATANNYA)
SOSOK I : Diam…aku bukan orang gila. Tetapi aku seorang penuliti. (BERBISIK)
SOSOK II : Meneliti? Apa yang kau teliti dan kau cari?
SOSOK I : Aaah… Kau disini mengganggu saja…aku sedang mencari dan meneliti dimana ruang antara dua dunia ini. Antara dunia mimpi dan dunia nyata. (SOSOK I TERUS MELAKUKAN AKTIFITAS YANG TADI TANPA MENGHIRAUKAN SOSOK II)
SOSOK II : Kau orang aneh!! Tapi apa benar ada ruang antar dua dunia tersebut? (SOSOK II PUN SESEKALI MENGIKUTI APA YANG DILAKUKAN SOSOK I)
SOSOK I : Aduh…sebenarnya yang aneh tuh siapa?? Aku atau kau?? Katanya aku terlahir dari dunia mimpi, makanya aku penasaran dan ingin menemukan ruang antar dua dunia ini.
SOSOK II : Owh…benar juga! Tapi aku heran apa gunanya kau menulis terus??
SOSOK I : Kau ingin tau?? Kata kau aku terlahir dari mimpi…Nah, tulisan ini akan aku buktikan jika aku lahir didunia nyata nanti.
SOSOK II : Kenapa ucapanku yang tadi membuat pusing otakku sendiri??
SOSOK I : Karena kau terlalu mementingkan orang lain di bandingkan diri sendiri…kupikir kita seimbang. Aku orang yang selalu memikirkan diri sendiri dan kau terlalu memikirkan orang lain.
SOSOK II : Apa yang seimbang??
SOSOK I : Kelemahan kita dalam mengarungi hidup. Ingat kehidupan yang kita jalani tidak selamanya berjalan mulus namun banyak kelemahan dan kekurangan juga!
7
SOSOK II : Benar juga! Tapi kau dapatkan kata-kata itu dari mana? Bukankah tadi aku seorang yang bijak dan kau orang yang…(TERPOTONG)
SOSOK I : Aku bicara seperti ini karena tuntutan pak sutradara yang mengatur alur lakon ini.
SOSOK II : Kok aku jadi semakin bingung?? Sebenarnya aku disini di dunia nyata atau mimpi?? Kok pake pak sutradara segala..
SOSOK I : Kita disini hidup di dunia nyata…hanya yang membuat naskah dan mengatur reportoar ini orang yang habis bermimpi. Ya..jadi seperti inilah…Aku dituliskan sebagai sastrawan yang membuat dunianya sendiri..Dan kau seorang yang bijak yang selalu menekanku.
SOSOK II : Tapi kenapa alur ceritanya jadi gak jelas seperti ini??
SOSOK I : Benar juga! Ok, kayaknya kita harus tanya ke pak sutradara dulu.
SOSOK I & II : Pak sut…??? Pak sutra…??? Pak sutradara…???
(AKHIRNYA PAK SUTRADARA ITU MENYAHUT DARI KERUMUNAN PENONTON YANG SEDANG MENYAKSIKAN LAKON TERSEBUT)
SUTRADARA : Ya…ada apa lagi? Kok aku diajak mentas juga?? Kan Cuma sutradara…(SEDIKIT EMOSI)
SOSOK I : Maaf pak, eee…mmm…sebenarnya…
Ayo donk kamu orang bijak kasih tau pak sutradara!!
MENYUDUTKAN SOSOK II)
SOSOK II : Aku gak berani ngomongnya…kamu aja dech…
SOSOK I : Orang bijak saja tidak berani apalagi aku…
SOSOK I & II : Kamu saja…Kamu saja…
(KEDUANYA SALING MEMOJOKAN)
SUTRADARA : Sebenarnya ada apa ini?? Segala pake senggal-senggol?? Coba kamu jelaskan! (KE SOSOK I DAN SUTRADARA MULAI NAIK KE PANGGUNG)
SOSOK I : Baik pak sutra…ngngng
8
SUTRADARA : Pak sutra lagi emangnya aku ini ulet apa?
SOSOK I : Maaf pak sutradara… sebenarnya kami berdua lupa dengan alur dari cerita ini…gara-gara dia tuh…(KE SOSOK II)
SOSOK II : Kok nyalahin orang lain?
SUTRADARA : Sudah cukup! Sebentar, aku lihat dulu naskahnya…(SAMBIL MEMAKAI KACAMATA DAN MENCARI LANJUTAN CERITA DARI NASKAH)
Ooo…ini dia!! Sekarang kalian berdua keluar dari stage dan biarkan para pemusik melanjutkan alur ceritanya…ok ngerti?
SOSOK I & II : Siap pak!
(KETIGA ORANG TERSEBUT TURUN DARI PANGGUNG YANG DILANJUTKAN DENGAN TEMBANG LAGU DARI PARA PEMUSIK DAN PANGGUNG PUN GELAP. SETELAH BERES DARI TEMBANG LAGU TERLIHAT SOSOK I MERENUNG KEMBALI)
- Karya atas cinta, bukan cinta atas karya…
Karena kita yang merasa, bukan mereka yang merasa…
- Karya atas mimpi, bukan mimpi atas karya…
Karena kita yang meniti, bukan mereka yang meniti…
- Jika manusia telah ada yang mencintai maka ia tak berhak menghianati…
- Jika kita yang mencintai maka kita harus siap dikhianati…
(DIATAS PANGGUNG SPOT LIGHT MENYOROT SOSOK I YANG SEDANG ASYIK DENGAN PENA DAN BUKUNYA…DALAM KEADAAN HENING IA TERTAWA CEKIKIKAN KADANG JUGA MENGELUARKAN AIR MATA TANDA KESEDIHAN)
SOSOK I :Memang menyenangkan hidup didunia ini…tak perlu bingung untuk mendapatkan sesuatu yang besar…karena hanya dengan menulis aku sudah dapatkan semuanya tanpa terkecuali…kadang dengan menulis aku menipu rakyat dengan mengadu dombakan mereka…aku juga pernah menulis hingga para petinggi-petinggi Negara kalang kabut tak karuan…pernah juga seorang wanita dengan tulisanku ini ia jatuh cinta dan jika sudah bosan?? Aku cukup menulis “AKU TIDAK MENCINTAI KAMU LAGI”…huu serunya!! Tapi jangan salah saudara-saudara!! Selain kelicikan yang kubuat diatas, aku juga sering menulis atas kesadaran spiritualku…
9
Dengan menyebarkan karya tulis yang penuh dengan norma-norma agama…motivasi hidup yang berlandaskan spiritual…biasanya dengan tulisan aku juga sadar,, aku pasti mati! Karena hidup berujung di sebuah tanah petakan dengan ukuran 2x1 meter dan tidak hektaran! Dan aku sadar kebaikan yang kuperbuat tidak kurang dari jutaan hektar…
(SAAT SOSOK I MERENUNG TIBA-TIBA PANGGUNG MENJADI GELAP DAN LAMPU BERUBAH MENJADI HIJAU…DI SILUET TIBA-TIBA KELUAR ASAP PUTIH DIBARENGI KILAT YANG MENYILAUKAN MATA YANG TAK TAU DARI MANA ASALNYA…DAN DI SILUET ITU MUNCUL BAYANGAN WANITA MENARI HALNYA BIDADARI MENARI DI KAYANGAN…SOSOK I PUN TERUS KEHERANAN DAN TERUS MELIHAT SILUET ITU…SAAT BAYANGAN ITU KELUAR DARI SILUET MUNCULLAH WANITA YANG BEGITU CANTIK)
WANITA : Hei…hei…hei…
(SOSOK I MASIH TERCENGANG MELIHAT WANITA YANG BEGITU CANTIK)
Kau siapa?
SOSOK I : Eh…mmm
Siapa aku?? Kau siapa??
WANITA : Aku seorang wanita yang menjadi primadona saat aku hidup…itu masa laluku kadang indah dan kadang juga menyakitkan jadi primadona itu…Lalu siapa kau??
SOSOK I : Aku hanya manusia biasa yang senang menulis tentang social, cinta maupun tentang agama…kenapa kau bisa berada di tempat ini?
WANITA : Karena aku sudah tidak hidup di dunia nyata yang pernah kusinggahi…kau sendiri??
SOSOK I : Kata temanku aku terlahir dari mimpi dunia nyata yang sebenarnya akupun bingung dengan diriku sendiri…lihatlah orang yang berada disini mereka sedang asyik tidur…( KE ARAH PENONTON)
WANITA : Wah…sepertinya ada yang aneh dalam dirimu! Menurutku pikiranmu telah tersugesti oleh pola pikir yang telah kau ciptakan sendiri…
SOSOK I : Apa yang kau maksud??(PENASARAN)
WANITA : Masa nanya maksud kepadaku? Kau sudah terbiasa bermain dengan kata-kata dan aku yakin kau dengan mudah mengerti apa yang kumaksud!
10
SOSOK I : Apakah benar aku telah membuat duniaku sendiri? Apa buktinya jika yang kau katakana itu benar?
WANITA : Meskipun aku baru bertemu denganmu…aku yakin kau cenderung egois, sedikit anarkis, dan selalu menyendiri…benarkan apa yang kuucapkan tadi?? (MENYUDUTKAN)
SOSOK I : Cukup benar, perkataanmu seperti temanku tempo hari…aku terlalu egois dan tidak pernah ingin tau keadaan di sekitarnya bahkan keadaan dan perasaan orang yang mencintaiku…mengapa kau dapat menerka keadaan yang memang benar ada pada diriku??
WANITA : Itu kisah masa laluku saat aku masih hidup…aku pernah mencintai seseorang hingga aku rela mati demi dia…dan dia pun mencintaiku, tapi hanya CINTA DIATAS KATA saja…dan ia adalah laki-laki sepertimu yang senang bergelut dengan permainan kata-kata diatas kertas putih…setelah apa yang ia inginkan didapatkannya…ia pun pergi tanpa menghiraukan perihnya hati ini…saat itu aku bingung dimana dan harus bagaimana aku hidup jika tanpa dia…karena beberapa waktu setelah ia meninggalkanku…(BERRHENTI SEJENAK DAN MENETESKAN AIR MATA)
SOSOK I : Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Maaf aku tidak bermaksud membuatmu sedih seperti ini…
WANITA : Tak mengapa…baiklah aku ceritakan kembali…saat itu aku bingung dimana dan harus bagaimana aku hidup jika tanpa dia…karena beberapa waktu setelah ia meninggalkanku…
(MENGUSAP AIR MATA YANG MENETES)
ia pun pergi meninggalkan dunia nyata untuk selamanya…
(SUASANA SEMAKIN MENGHARUKAN SAAT WANITA ITU MENANGIS DAN MENGADU KEPADA SOSOK I)
Karena tabrakan maut yang tak dapat dihindari olehnya…karena aku saking cinta kepadanya aku sangat stress menghadapi semua ujian yang menimpa padaku…aku menangis sepanjang hari tanpa menghitaukan apa yang menjadi hakku lagi…karena aku sangat cinta kepadanya…(MENANGIS DIHADAPAN SOSOK I)
SOSOK I : Sudahlah…tak usah menyesali yang telah berlalu…karena toh semua yang telah tercipta akan hilang untuk menyambut dunia yang baru…(MENENANGKAN)
11
WANITA : Aku tau semuanya pasti akan hilang…seperti halnya aku telah tiada dari kehidupan yang nyata…karena akupun bunuh diri setelah kepergian kekasihku…karena kufikir semua yang ku lakukan akan mengembalikannya disampingku…ternyata salah besar…setelah aku mati sampai saat ini aku belum menemukannya…syukurnya setelah kematianku aku menemukan tempat yang begitu indah dan aku selalu menari sepanjang hari agar aku dapat melepaskan bayangan dirinya…namun usahaku percuma tidak membuahkan hasil seperti apa yang aku inginkan…
SOSOK I : kisahmu sangat menyedihkan hati bagi yang mendengarkannya…tapi kau harus tetap tegar karena aku siap untuk menjadi tempat peraduanmu…
WANITA : Apakah kau mempunyai kisah yang sama seperti diriku? Mmm maksudku…(GUGUP)
SOSOK I : Ya, dulu memang aku pernah mengalami seperti kisahmu…oleh karena itu, aku pun pernah merasakan tekanan cinta yang begitu dahsyat setelah kekasihku pergi meninggalkanku…sehingga, sebab dari kisahku itu aku sering mengabadikan dengan tulisanku ini…memang tulisanku tidak menarik untuk orang lain tapi yang terpenting adalah kepuasan batin yang aku dapatkan…karena jika aku terlahir kedunia nyata aku akan membawa tulisan ini untuk membuktikan aku terlahir dari dunia nyata…
WANITA : waah…aneh juga yaa?? Apakah kau menyakiti hatinya sehingga ia pergi darimu?
SOSOK I : Barangkali ya, tapi aku tidak tau secara mendetail…
WANITA : Coba ceritakan dan tolong ingat kembali apa yang telah kau lakukan sehingga kekasihmu meninggalkanmu? (PENASARAN SAMBIL MENDESAK INGIN TAU)
SOSOK I : Mengapa aku harus menceritakan kepadamu?
WANITA : Karena aku telah menceritakan kisah hidupku yang pahit kepadamu…kau masih tidak mau menceritakannnya kepadaku?? Baiklah, bolehkah aku bertanya padamu??
SOSOK I : Boleh, apa yang ingin kau tanyakan?
WANITA : Apakah kau pernah menyakiti hati dan perasaannya dengan ucapanmu?
12
SOSOK I : Mungkin, tapi selama bersamanya aku sangat tidak mau mengumbar kata-kata cinta kepadanya…karena kupikir kata-kata cinta hanya dapat membawa luka…
WANITA : Kau salah besar! Kata cinta itu adalah awal dari hubungan yang begitu indah! (TERSENYUM SAMBIL MEMBAYANGKAN SESUATU)
SOSOK I : Indah katamu? Bukankah kau tadi katakan kekasihmu hanya cinta diatas kata? (KEMBALI BERTANYA)
WANITA : Asal kau tau wanita sangat tersanjung dan merasa hidup di dunia indah jika orang yang dicintainya mengucapkan apa yang telah ia tunggu.
SOSOK I : Apa benar?
WANITA : Ya, karena akupun seorang wanita. Baik, apakah kau pernah melakukan apa yang tak inginkan?
SOSOK I : Maksud kau?
WANITA : Yaa…sesuatu yang membuat dirinya putus asa untuk menjalani hidup…
SOSOK I : (SOSOK I SEDIKIT DIAM DAN BERFIKIR)
Mungkin aku pernah sedikit menodai kesuciannya…kemudian…
WANITA : (EMOSI DAN SEDIKIT GERAM)
Apa??? Katamu sedikit??? Apa yang ada dalam pikiranmu sungguh bodoh dan dangkal!
SOSOK I : Itu semua diluar kesadaranku!
WANITA : Apapun alasanmu tidak patut di perhitungkan lagi! Apa kau tak pernah berfikir setelah apa yang kau lakukan? Bagaimana dengan perasaan dan hatinya! Sungguh, apa benar semua laki-laki di dunia ini seperti ini? (BERTERIAK MENANDAKAN KEKECEWAAN) kufikir setelah kekasihku berbuat yang sedemikian tidak ada lagi pengikutnya…namun, aku salah lagi! Ternyata di dunia lain masih berjuta-juta laki-laki seperti ini…sungguh menyesakkan!
SOSOK I : Maafkan aku! (MERASAKAN KESALAHANNYA MENJADI KETERTEKANAN BAGINYA)
WANITA : Untuk apa kau meminta maaf kepadaku?
SOSOK I : Mmm…ngngng…(GUGUP)
13
WANITA : Sekarang apa yang akan kau perbuat? Menyesalkah atau kau akan Meratap? Tapi itu semua akan sia-sia saja tanpa ada perubahan sedikitpun.
SOSOK I : Lalu apa yang dapat aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku?
WANITA : Entahlah…karena aku hanya ruh yang hidup dan kau seorang yang terlahir dari mimpi…jadi, semua kesalahanmu bukan tanggunganku! (SINIS)
SOSOK I : Baiklah, tapi aku…aku…
WANITA : Apa??
SOSOK I : Aku butuh seseorang yang dapat membantuku menyelesaikan semua ini…apakah kau dapat membantuku? (MENGHARAP)
WANITA : Maaf aku tidak bisa! Kita berbeda keadaan…dan aku pun telah berjanji tidak ingin membantu orang yang telah menyakiti wanita sepertimu…
SOSOK I : Jadi maksud kau??
WANITA : Ya…aku tidak akan membantumu apapun alasannya…sekarang terserah padamu apa yang akan kau lakukan!
SOSOK I : Tolonglah aku? Aku mohon??
WANITA : Maaf aku tidak bisa!
SOSOK I : Aku mohon padamu?
WANITA : Sekali tidak tetap tidak!(TEGAS)
SOSOK I : Baiklah, ternyata memang aku tak akan pernah mendapatkan sahabat yang aku dambakan untuk mendampingi dan membantuku saat aku sulit maupun senang…aku muak pada diriku sendiri…aku memang bodoh…egois…
WANITA : Jangan menyesali seperti itu!
(TAK LAMA KEMUDIAN PANGGUNG MENJADI HIJAU DAN KILAT YANG MENYILAUKAN MATA DIBARENGI SUARA GUNTUR YANG MENGGELEGARKAN TELINGA DAN KEMBALI MUNCUL ASAP PUTIH YANG KELUAR DARI SILUET. SEMUA ITU MENJADI TANDA BERAKHIRNYA PERTEMUAN ANTARA SOSOK I DENGAN WANITA ITU)
14
WANITA : Maafkan aku, karena tak dapat berlama-lama disini karena masaku telah habis..
SOSOK I : Tunggu dulu…
(BELUM SEMPAT SOSOK I MENGUCAPKAN KATA-KATA WANITA ITU TELAH MASUK KEMBALI KE DALAM SILUET DAN SOSOK I HANYA BISA MERATAPI KESALAHAN DAN KEHILAFANNYA SENDIRI.)
SOSOK I : Mungkin Tuhan tak pernah mengizinkanku untuk meminta maaf kepadanya dan menatap dia untuk terakhir kalinya…Mungkin juga ini takdir bagiku untuk mengakhiri mimpi dalam hidupku…
(PANGGUNGPUN BERUBAH MENJADI MERAH DAN SOSOK I TERUS MENCARI DAN BERPUTAR MENCARI BENDA YANG DAPAT MENGAKHIRI MIMPI DALAM HIDUPNYA. SAMBIL IA MENENGADAH KEATAS IA MENGUCAPKAN KATA-KATA TERAKHIRNYA SAMBIL MERATAP)
Cukup bagiku untuk menghianati cinta itu, dan cukup bagiku untuk mengakhiri dari karya-karyaku…karena aku tidak mau karyaku terlahir dari sebuah penghianatan dari dalam diriku…
(SETELAH MENGUCAPKAN KATA-KATA TERAKHIR IA PUN SIAP MEMBUNUH DIRINYA SENDIRI. NAMUN, SEBELUM ITU TERJADI SATU SPOT LIGHT MENYOROT DIRINYA SAJA. DAN TIBA-TIBA ADA SUARA YANG MENGGEMA ENTAH DARIMANA ASALNYA SAMBIL BERPESAN)
SUARA : Arungilah duniamu dengan mengepakkan sayap-sayap imajinasimu dan tangkaplah berjuta-juta inspirasi yang terbang bebas di angkasa! Seperti orang-orang yang menginginkan memetik bintang di angkasa sahabat!!
(AKHIRNYA SOSOK I TIDAK JADI BUNUH DIRI KARENA IA SADAR SEMUA YANG AKAN DI LAKUKANNYA TIDAK AKAN MEMBUAHKAN MIMPI YANG INDAH)
Fade out:
SELESAI
29 december 2009 – 3 januari 2010

15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar