Senin, 21 November 2011

KEINDAHAN PANORAMA BAWAH AIR DAN KEEKSOTIKAN KEPULAUAN SERIBU

by. Taufiqur Rahman


Maha Suci Allah SWT yang menjadikan bumi yang kita pijak ini adalah kitab ilmu yang sangat luas. Sungguh indah pula negeri yang kita huni ini memiliki keindahan dan pembelajaran yang membuat kita takjub akan panorama darat maupun lautan. Yaa saat ini saya akan membahas sedikit dari banyaknya keajaiban-keajaiban di Bumi Pertiwi kita.

Ibu kota negara? Benar! Jakarta!












Meski kota Jakarta sudah terkenal akan polusi di darat yang disebabkan oleh asap kendaraan, namun banyak cerita yang belum kita ketahui dari dunia laut Ibu Kota Negara kita ini. Pastinya yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, teman-teman pastinya tahu kan? Yap, Kepulauan Seribu! Wah ternyata teman-teman sangat peduli ya akan kekayaan alam bumi kita. Hehehee tapi tahu tidak pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu dan pulau-pulau yang menjadi wilayah konservasi? Yaa kalau belum tahu browsing saja sama Mbah kita. Siapa yang dimaksud Mbah kita? Yaa Mbah Google pastinya. Hehehehee J


Pada tanggal 31 oktober – 1 nopember 2011, saya dan teman-teman satu angkatan di Fakultas Pertanian Unversitas Muhammadiyah Jakarta melaksanakan Study Tour ke Kepulauan Seribu. Tepatnya kami berkunjung ke Pulau Pramuka. Hari senin kami berangkat bersama dengan dosen pembimbing Biologi ibu Rita Tri Puspitasari M,si, dari kampus kami berangkat pukul 06.00 pagi tujuan ke Pelabuhan Muara Angke. Setelah melakukan perjalanan lebih kurang 60 menit menggunakan bus kampus, kami sampai di Pelabuhan Muara Angke.


Teman-teman tahu apa yang kami lihat dan kami lakukan setelah sampai di pelabuhan?
Yaa ... hal yang membuat kami semua menutup hidung. Karena kami melewati pasar ikan sebelum sampai di kapal motor yang kami tumpangi L. Mau lihat keadaan laut di daerah Jakarta Utara? Pasti pengen nyebur deh ...



@Muara Angke 31 0kt 2011

Bagaimana setelah melihat fotonya? Masih mau nyebur disitu? Hehehehee 


Setelah rombongan kami dengan jumlah 32 naik diatas kapal, kami masih harus menunggu rombongan lain yang sama tujuannya ke Pulau Pramuka. Setelah surat perizinan selesai dan seluruh penumpang telah naik diatas kapal dengan menggunakan pelampung, kapal yang kami tumpangi-pun bertolak dari Pelabuhan Muara Angke.


Setiap detik berdetak, hembusan angin laut yang halus, terik matahari yang begitu hangat membuat sebagian orang-orang di kapal memilih untuk tidur. Tapi ada juga yang memilih untuk menikmati panorama laut termasuk saya. Hehehee J... Lebih dari 2 jam kami habiskan di perjalanan menuju Pulau Pramuka, namun itu terbayar dengan sambutan gerombolan ikan yang ada di zona perlindungan laut Pulau Pramuka. Tenang tenang ada fotonya kok ...     

 

 

@zona pelestarian laut Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu



Nah bagaimana pemandangannya? Memanjakan mata kan?
Baiklah, kita lanjutkan perjalanan menuju penginapan yang diantar oleh pemandu wisata. Rumah penginapan yang cukup besar untuk kami semua, namun karena daerah laut jadi terasa panas jika di dalam rumah. Setelah rehat sejenak kami makan bersama dan dilanjukan dengan sholat dzuhur. Setelah itu kami lanjutkan dengan kuis, selesai semua kami-pun pergi menuju penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan pembibitan mangrove Rhizopora Taman Nasional Kep.Seribu.


Sampainya di penangkaran, banyak pembelajaran yang kami dapat seputar penyu sisik, misalnya penyu sisik dapat disebut dewasa ketika umurnya mencapai 15 tahun. Penyu sisik yang ada di penangkaran diberi makan ikan yang sudah mati dan airnya diganti 2 kali dalam sehari untuk menjaga kesehatan dan kebersihan penyu tersebut. Penyu sisik yang ada di penangkaran didapat dari sarangnya langsung saat musim bertelur, namun tidak semua orang bisa mengambil dan memindahkan telur-telur tersebut. Karena jika salah posisi telur itu dipindahkan, maka yang akan terjadi adalah telur itu tidak akan bisa menetas. Penyu yang ada di penangkaran Taman Nasional Kep.Seribu, tidak semua normal. Karena ada penyu-penyu yang cacat dan tidak dilepaskan ke laut. Inilah penyu sisik di penangkaran Taman Nasional Kep.Seribu.

 






@penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) Taman Nasional Kepulauan Seribu


Kita lanjutkan dengan mangrove. Mangrove yang ada di Pulau Pramuka jenis Rhizopora, karena jenis ini yang lebih mudah untuk di budidayakan di daerah berpasir. Habitat asli dari mangrove adalah berlumpur. 

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi bermacam biota, penahan abrasi, penahan amukan angin taufan, dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut, dan lain sebagainya. Hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis seperti penyedia kayu, daun-daunan sebagai bahan baku obat obatan, dan lain-lain.

ciri ciri ekosistem mangrove:
-Memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora) misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang pada bakau Rhizophora spp., serta akar yang mencuat vertikal seperti pensil pada pidada Sonneratia spp. -dan pada api-api Avicennia spp.;
-Memiliki biji (propagul) yang bersifat vivipar atau dapat berkecambah di pohonnya, khususnya pada Rhizophora;
-Memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon.


Sedangkan tempat hidup hutan mangrove merupakan habitat yang unik dan memiliki ciri-ciri khusus, diantaranya adalah :
- Tanahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama;
- Tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat;
- Daerahnya terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat;
-Airnya berkadar garam (bersalinitas) payau (2 – 22 %o) hingga asin.
Dari segi ekonomis mangrove sangat berpotensi juga loohh ...






















Ini pembibitan mangrove di Pulau Pramuka


 

@pembibitan mangrove rhizopora Taman Nasional Kepulauan Seribu

Setelah kami asik dengan penjelasan dari instrukur di penangkaran, kami melanjutkan diskusi di pantai Pulau Pramuka. Wah diskusi yang cukup seru di alam terbuka dengan panorama yang memanjakan mata. Angin segar yang kami hirup menambahkan kehangatan kekeluargaan bagi kami semua. Hari sudah menjelang sore, kami-pun kembali ke penginapan untuk beres-beres & bersih-bersih badan. Ada yang mandi dan ada juga yang berenang di dermaga Pulau Pramuka. Tidak lupa juga untuk sholat Ashar loh! J
Menjelang petang aku pergi ke dermaga agar tidak tertinggal momen sunset. Dan inilah suasana petang di Pulau Pramuka.

@dermaga Pulau Pramuka Taman Nasional kepulauan Seribu

Waktu maghrib-pun telah tiba, dan kami-pun shalat berjamaah di masjid setempat. Seusai shalat kami melanjutkan untuk makan, dan menunya sungguh sangat spesial. Ikan salmon bakar, sambal, kerupuk yang sangat mendongkrak perut kami yang keroncongan. Lalu kami lanjutkan dengan diskusi seusai shalat isya.


Diskusi penuh dengan canda namun konsentrasi juga yang diutamakan. Banyak hal yang kami dapat dari diskusi yang dibimbing oleh dosen kami ibu Rita Tri Puspitasari M,si. Tapi jangan aneh suasana kami semakin memanas karena ruangan itu kurang suplai oksigen, yang membuat saya-pun tertidur saat diskusi. Upz jadi curhat begini? Hehehehe J

Waktu bagi kami istirahat setelah berdiskusi yang cukup panjang & semua tidur.
Mentari pagi terbit, namun pagi ini ditemani dengan hujan rintik-rintik yang menambah harmoni suasana di Pulau Pramuka. Namun rencana saya dan dosen untuk mengelilingi pulau dengan bersepeda-pun kandas karena hujan rintik yang cukup lama.

Pemandu wisata kami telah datang, dia mengantarkan kami yang akan menyewa snorkle. Setelah siap semua kami-pun menuju dermaga naik perahu untuk menyebrangi beberapa pulau dan menuju pulau semak daun. Pulau semak daun adalah salah satu pulau yang menjadi wilayah konservasi di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pulaunya tidak besar, namun memiliki panorama yang sangat indah. Pantainya-pun bersih, biota darat tingkat rendah juga terdapat disini.

Contoh-contoh biota darat yang ada di pulau semak daun

 













Itu belum semua, kalau masih penasaran bisa langsung datang kesini! Dan gak bakal rugi deh. J Biota lautnya juga bagus dan memanjakan mata.

Nah, teman-teman kalau datang ke pulau ini rugi kalau gak snorkling. Soalnya sangat indah kalau kita melihat langsung biota laut. Seperti foto yang dibawah ini:



 
Padang Lamun

kita bahas sedikit yuu tentang padang lamun?

Klasifikasi
Klasifikasi menurut den Hartog (1970) dan Menez, Phillips, dan Calumpong (1983) :
Divisi                      :Anthophyta
Kelas                     : Angiospermae
Famili                    : Potamogetonacea
Subfamili             : Zosteroideae
Genus                   : Zostera ,  Phyllospadix, Heterozostera
Subfamili             :Posidonioideae
Genus                   : Posidonia
Subfamili             : Cymodoceoideae
Genus                   : Halodule,  Cymodoceae,  Syringodium,  Amphibolis, Thalassodendron
Famili                    : Hydrocharitaceae
Subfamili             : Hydrocharitaceae
Genus                   : Enhalus
Subfamili             : Thalassioideae
Genus                   : Thalassia
Subfamili             : Halophiloideae
Genus                   : Halophila

Fungsi Padang Lamun
Secara ekologis padang lamun mempunyai beberapa fungsi penting bagi wilayah pesisir, yaitu :
  • Produsen detritus dan zat hara.
  • Mengikat sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak, dengan sistem perakaran yang padat dan saling menyilang.
  • Sebagai tempat berlindung, mencari makan, tumbuh besar, dan memijah bagi beberapa jenis biota laut,  terutama yang melewati masa dewasanya di lingkungan ini.
  • Sebagai tudung pelindung yang melindungi penghuni padang lamun dari sengatan matahari.

Pemanfaatan Padang Lamun
Padang lamun dapat dimanfaatkan sebagai berikut :
  • Tempat kegiatan multi­kultur berbagai jenis ikan, kerang-kerangan dan tiram.
  •  Tempat rekreasi atau pariwisata.
  •  Sumber pupuk hijau.
 Ciri-ciri Ekologis              
Menurut Den Hartog, 1977, Lamun mempunyai beberapa sifat yang menjadikannya mampu bertahan hidup di laut yaitu :
  1. Terdapat di perairan pantai yang landai, di dataran lumpur/pasir
  2. Pada batas terendah daerah pasang surut dekat hutan bakau atau di dataran terumbu karang
  3. Mampu hidup sampai kedalaman 30 meter, di perairan tenang dan terlindung
  4. Sangat tergantung pada cahaya matahari yang masuk ke perairan
  5. Mampu melakukan proses metabolisme termasuk daur generatif secara optimal jika keseluruhan tubuhnya terbenam air
  6. Mampu hidup di media air asin
  7. Mempunyai sistem perakaran yang berkembang baik
Ada juga terumbu karangnya, kita bahas yuu sedikit tentang terumbu karang! J

 


Manfaat Terumbu Karang :
       Tempat tinggal ( Habitat ), berkembang biak ( nursery ground ) dan mencari makan( Feeding ground ) ribuan jenis ikan, tempat mencari ikan ( fishing ground ), dll
    Ekosistem Terumbu karang memberi manfaat langsung kepada manusia dengan menyediakan makanan, obat-obatan, bahan bangunan, dan bahan lain
 Sebagai produktivitas primer di laut , satu terumbu dapat meenunjang 3.000 jenis biota (Sri Juwana,2009)

Ancaman terhadap terumbu karang
       Pencemaran minyak dan industri,
       Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan serta penambangan karang
       Peningkatan suhu permukaan laut (SPL)
       Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
       Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
       Perusakan akibat aktivitas pelayaran


Upaya Pelestarian
       Mengendalikan/ meminimalkan penambangan karang untuk lahan bangunan
  Mencegah kegiatan pengerukan atau kegiatan lainnya yang menyebabkan terjadinya endapan/ sedimentasi
       Penyuluhan terhada masyarakat tentang pentingnya peran terumbu karang bagi ekosistem pesisir
       Kegiatan transplantasi terumbu karang untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang telah rusak


Setelah puas bermain sambil belajar di dalam air, waktunya kembali ke penginapan. Sampai di penginapan kami segera berkemas. Namun, sebelum pulang pastinya kita ishoma dulu.
Untuk teman-teman yang penasaran dan belum pernah datang, silahkan kunjungi Taman Nasional kepulauan Seribu. Karena masih banyak lagi keindahan panorama bawah air dan keeksotikan Kepulauan Seribu. J



See you again .... J

Selasa, 08 November 2011

PILIHAN

Pilihan


Yaa pilihan ...
Itu kepastian ...
Banyaknya pilihan ...
melatih kita untuk dewasa ...


Ayo kembalikan semua ke hati ...
Karena hati yang hanya bisa menjadi cerminan hidup ...
Dan jangan lupa Allah SWT sebagai tumpuan kita untuk memilih ...
Semangat yang membara itu keharusan ...


Bingungkah?
Itu hal biasa ...
Tanpa itu kita bukanlah apa-apa ...
Mungkin yaa ...


Hmm itukah yang kau pilih?
Entahlah ,,, aku tidak bisa terlalu andil ...
Mestikah?
Mungkin juga ...


Fikirkan itu untuk masa depanmu ...
Bukan untuk yang lain ...
Yakinkan Kita Bukan Apa-apa ...
Jika Tak melakukan apa-apa ...

Kamis, 20 Oktober 2011

SYUKURKU

Syukurku


Kalimat Istirja' berubah menjadi kalimat Tahmid
Satu minggu berlalu dengan gerak-gerik kehati-hatian
Hampir pesimis tak bisa melaksanakan Shalat Jum'at berjama'ah
Karena kaki yang satu hanya jadi penopangnya


Pagi menjelang siang hati I'tikadkan untuk menghamparkan sajadah
Sunggug masih sakit saat duduk diantara dua sujud
Tapi kutepis semua karena aku sudah bosan
Aku bosan Mendirikan Sholat diatas kursi


Walau tak sempurna gerakanku
Aku yakin hanya Allah yang tahu isi hati hamba-Nya
Dan pada waktu pagi menjelang siang
Aku bersimpuh memohon ampunan-Nya, kelapangan Rizki dan kesehatan


Alhamdulillah urusan demi urusan gugur dengan keberhasilan
Masalah demi masalah luntur karena Keagungan-Nya
Yaa Fattah Yaa Razzaq ... Yaa Fattah Yaa Razzaq ...
Asma itu yang meyakinkan hatiku akan kegemilangan

Minggu, 16 Oktober 2011

KIFARAT

Kifarat

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un
Saat adzan subuh bersahutan ditiap surau
Saat fajar menyingsingkan aroma kelembutan
Saat tetes embun tanda pagi sudah menyambut


Aku malu masih belum mampu memenuhi panggilan Sang Kholik
Aku malu masih asik dengan mimpi-mimpiku
Aku malu masih belum pulih Akhlaq-ku
Aku malu hingga kifarat yang terjadi kepadaku


Waktu dhuha menjelang aku sambut dengan senyum
Aku siap menyambut hari pergi ke kampus
Namun fakta terjadi seperti yang tidak diinginkan
Tragedi 150411 terulang kembali


Aku takin ini rezekiku hari ini 
Semoga menjadi kifarat atas dosa-dosaku yang telah lalu
Ighfirliy Yaa Allah
Maafkan dosaku Yaa Allah


~ 150411 & 171011~

Jumat, 14 Oktober 2011

YANG DITUNGGU

Yang Ditunggu


Tercipta dari rusuk Sang Adam
Cahyanya sinari kegelapan dunia
Senyumnya layaknya sang rembulan
Selalu merangkul jiwa-jiwa yang hilang


Semangatmu berikan warna baru
Berkibarlah Revolusi yang ditunggu-tunggu


Engkaulah ... wanita Pahlawan
Engkaulah ... wanita Pejuang
Pengorbananmu membawa perubahan
Peradaban yang selalu kami tunggu


Telah kau ajarkan kami ilmu yang tak ternilai
Telah kau ajarkan kami hidup untuk yang akan datang


Wahai sang Pahlawan kamilah anak cucumu
Yang siap ikut andil dan berjuang demi Tanah Air
Tanah kelahiran yang menjadi pijakan kami dan engkau
Kaulah jiwa kami ...
Kaulah tauladan kami ...
Kaulah yang akan slalu kami tunggu ...

Kamis, 13 Oktober 2011

ITU

ITU


Rangkaian kata tak cukup untuk itu
Aliran air mata menjadi samudera-pun tak cukup untuk itu
Mungkin hanya itu yang bisa
Tapi apakah itu bisa atasi?


Kemungkinan demi kemungkinan untuk dapatkan itu
Tapi apakah hanya itu tanpa pilihan?
Aku harapkan hal itu segera terbit
Tapi akankah secepat itu?


Mengapa hal itu terjadi?
Padahal aku butuh itu
Mereka tak akan mengerti yang aku maksudkan itu
Tapi aku tak kuat menahan semua itu sendiri


Aku bisa gila karena itu
Tapi apakah hanya karena itu?
Semua mulut komat kamit membicarakan hal itu

Apakah mereka mengerti apa yang dibicarakan itu?


Marilah sejenak untuk berfikir itu
Semoga menemukan apa yang kita cari itu
Mari rendahkan hati agar hal itu mendekat
Mari kita renungkan agar hal itu kita dapat


Dan akhirnya semua itu adalah .........




~ITU~

CINTA


CINTA

Cinta itu anugerah

Adalah suatu yang suci untuk dijaga
Suatu yang sangat indah jika menyatu dengannya 
Dengan cinta hidup lebih bermakna 


Tapi jangan menyangkal jika cinta hadir
Jangan salahkan siapapun jika ia telah hadir
Mengertilah arti CINTA
Karenanya aku yakin untuk hidup


Cintailah cinta yang mencintaimu
Sayangilah cinta yang menyayangimu
Rindukanlah cinta yang merinduimu
Tulusnya cinta terasa saat menggtarkan hati


Yakinlah Cinta itu akan terjaga
Yakinlah Cinta itu akan terpelihara
Yakinlah Cinta itu akan suci untukmu
Yakinlah Cinta itu selalu dihatiku


~ Putri Filzaty El-Rahman~

Terulang Kembali

Terulang Kembali


Disimpang jalan aku lihat ratusan tikungan kebingungan ...
Telah aku lewati 2 pintu yang tertutup ...
Telah aku lewati ruang dan waktu hampir 2 tahun ...
Tanpa ada orang yang sangat mencintai ...


Saat ini aku ingin melepas semuanya ...
Tapi aku sadar jika hal itu bukan langkah yang diajarkan beliau ...
Lantas apa yang harus aku perbuat ???
Teman hatiku-pun sudah tak disisiku ...


Aku tidak mau di tengah jalan ada wabah yag tak diinginkan ...
Karena hati dan fikiranku yang kosong ...
Aku tak merasakan semangat juangku, meski banyak yang menyemangatiku ...
Tapi bukan itu yang aku butuhkan ...


Andai saat ini aku dapatkan rangkulannya ...
Andai saat ini aku melihat senyumnya ...
Andai saat ini aku dapatkan kasih sayangnya ...
Aku pasti akan bangkit dari jeruji ini ...


Aku semakin terperosok saat disudutkan realita hidup ...
Aku murung seperti sedia kala ...
Saat akan melangkah tidak ada senyuman mereka ...
Saat akan melangkah aku kehilangan arah ...


Kadang aku tak percaya ini ...
Kadang tak terfikir seperti ini ...
Namun ini terjadi kembali ...
Masa rapuhku tanpa cinta ... 

Selasa, 11 Oktober 2011

IBU

IBU


Baru ku tahu ruh yang slalu merasuk relung hati ...
Baru ku tahu pemisah jerat kegelapan hidupku ...
Baru ku tahu keberkahan do'a mustajab penghantar ujianku ...
Baru ku tahu ikhlasnya dzikir untuk keberhasilanku ...


Sempat terfikir untuk membalasnya ...
Tapi apalah daya jika maut menjadi jurang pemisah ...
Meski masih ada apakah pengorbanannya dapat terbalas ???
Namun bagaikan setetes air di padang pasir ...
Yang tak mungkin dapat mengairi semua penjuru ...


Kini yang kurasa hanya dalam mimpi ...
Mimpi yang ku alami hanya cukup sekejap untuk mengobati rasa rindu ...
Tapi tak pernah terobati, karena hanya datang dan pergi ...
Memberi wasiat yang tidak dipahami ...


Senyum yang merekah ...
Do'a yang terpanjat ...
Semangat yang diberi ...
Menjadi memori yang sangat sulit terlupa ...


Akhirnya kujalani hidup ini dengan berdikari ...
Tersenyum jika mengingat nasihat-nasihatnya ...
Menangis jika mengingat senyuman dibalik kain putih yang membungkus kepergiannya ...


Hanya do'a dan harap ...
Mengantarkannya menuju singgasana Yang Maha Kuasa ...
Yaa Rabb, cintai Beliau layaknya beliau mencintaiku ...


Salam rindu untukmu Yaa IBU ... !!!!

Kisah Seekor Anak Singa

KISAH SEEKOR ANAK SINGA
Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerak-gerakan tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu.

Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, si bayi singa itu tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti kemana saja induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.

Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkah lakunya juga persis layaknya kambing. Bahkan anak singa yang mulai beranjak besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing. Ia mengembik bukan mengaum!

Ia merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa!
Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

“Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar. Tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala.

Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah! “ Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu ! seharusnya kamu bisa mengusir  serigala yang jahat itu!”

Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing yang lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa dihadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya.

Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya!
Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, “ Emmbiiikk!!”
Lalu ia mundur ke belakang, mengambil ancang-ancang untuk menyeruduk lagi.


Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa dihadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram  marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental kambing itu!

Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu mereobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala. Bukankah singa itu raja hutan???

Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap mengahabisi nyawa anak singa itu. Disaat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun.
Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsayat!

Semua kambing ketakutan  dan merapat! Anak singa itu juga ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa.

Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu langsung ikut lari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kawanan kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata, “ hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku tak akan memangsa anak singa!”

Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak mengejar kawanan kambing melainkan mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan,
 “ Jangan bunuh aku, ampuuunn!”
“ Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak singa!”
Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata “ Tidak aku anak kambing! Tolong lepaskan aku!”

Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing. Sang singa dewasa heran bukan main. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukan siapa sebenarnya anak singa itu. Begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri. Lalu membandingkan dengan singa dewasa.

Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut,
“ Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”
“ Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!” tegas singa dewasa
“ jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!”
“ Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan! Ayo aku ajari bagaimana seekor raja hutan!” kata sang singa dewasa
Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras. Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan. Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu. Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan, “ Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah dan perkasa!”Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.
Intisari

Saya tersentak oleh kisah anak singa diatas! Jangan-jangan kondisi kita, dan sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dengan anak singa diatas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimilikinya. Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasa-biasa saja, ala kadarnya. Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh siapa dirinya sebenarnya. Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan. Hidup tanpa semangat hidup yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.

Saya amati orang-orang disekitar saya. Diantara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya. Hidup dinamis dan prestatif. Sangat faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia harus hidup. Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis. Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia. Semakin besar rintangan semakin besar pula semangatnya untuk menaklukannya.

Namun tidak sedikit yang hidup apa adanya. Mereka yang hidup apa adanya karena tidak memiliki arah yang jelas. Tidak faham untuk apa hidup, dan bagaimana ia harus hidup. Saya sering mendengar orang-orang yang ketika ditanya, “ Bagaimana anda menjalani hidup anda?” atau “ Apa prinsip hidup anda?”, mereka menjawab dengan jawaban yang filosofis,
“ Saya menjalani hidup ini mengalir bagai air. Santai saja.”

Tapi sayangnya mereka tidak benar-benar tahu filosofi “ Mengalir bagaikan air”. Mereka memahami hidup mengalir bagaikan air ya hidup santai. Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini. Bagaimana cara hidup yang berkualitas. Sebab mereka tidak tahu siapa sebenarnya diri mereka? Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada mereka. Bisa jadi mereka sebenarnya adalah “ Seekor singa” tapi tidak tahu kalau dirinya “seekor singa”. Mereka menganggap dirinya adalah “seekor kambing” sebab selama ini hidup dalam kawanan kambing.

Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini. Bahkan bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia Islam saat ini.

Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa yang sedemikian akut rasa tidak berdayanya sampai dia mengatakan,
“ Aku malu jadi orang Indonesia!“
Dimana-mana, kita lebih banyak menemukan orang-orang bermental lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah. Orang-orang yang tidak tahu tentang potensi terbaik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Orang-orang yang rela ditindas dan dijajah oleh kesengsaraan dan kehinaan. Padahal sebenarnya jika mau, pasti bisa hidup lebih merdeka, jaya, berwibawa dan sejahtera.

Tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri ini yang bermental kambing. Meskipun sebenarnya mereka adalah singa! Banyak yang minder dengan bangsa lain. Seperti mindernya anak singa bermental kambing pada serigala dalam kisah diatas. Padahal sebenarnya, Bangsa ini adalah Bangsa besar! Ummat ini adalah ummat yang besar!

Bangsa ini sebenarnya adalah singa dewasa yang sebenarnya memiliki kekuatan dahsyat. Bukan bangsa sekawanan kambing. Sekali rasa berdaya itu muncul dalam jiwa anak bangsa ini, maka ia akan menunjukan pada dunia bahwa ia adalah singa yang tidak boleh diremehkan sekalipun.

Bangsa ini sebenarnya adalah sriwijaya yang perkasa menguasai nusantara. Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan adikuasa. Lebih dari itu bangsa ini, sebenarnya, dan ini tidak mungkin disangkal, adalah ummat islam terbesar di negeri tercinta Indonesia ini. Banyak yang tidak menyadari apa makna dari dua ratus juta jumlah ummat islam Indonesia. Banyak yang tidak sadar. Dianggap biasa saja. Sama sekali tidak menyadari jati diri sesungguhnya.

Dua ratus juta ummat Islam Indonesia, maknanya adalah dua ratus juta singa. Penguasa belantara dunia! Itulah yang sebenarnya. Sayangnya, dua ratus juta yang sebenarnya adalah singa justru bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan layaknya singa! Lebih memprihatinkan lagi, ada yang sudah menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi memilih untuk tetap menjadi kambing. Karena telah terbiasa menjadi kambing maka ia malu menjadi singa! Malu untuk maju dan berprestasi!

Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap menjadi kambing menginginkan yang lain tetap menjadi kambing. Mereka ingin tetap jadi kambing sebab merasa tidak mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing. Yang menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa. Bahkan mereka ingin orang lain menjadi kambing yang lebih bodoh!

Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa. Allah telah memberi predikat kepada kita sebagai ummat terbaik di muka bumi ini. Marilah kita bermental menjadi ummat yang terbaik di muka bumi ini. Jangan bermental ummat yang terbelakang. Allah berfirman:





“ Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh berbuat yang ma’ruf, mencegah dari yang Munkar dan beriman kepada Allah.!!” ( QS. Ali-Imran : 110 )




SELESAI