Senin, 21 November 2011

KEINDAHAN PANORAMA BAWAH AIR DAN KEEKSOTIKAN KEPULAUAN SERIBU

by. Taufiqur Rahman


Maha Suci Allah SWT yang menjadikan bumi yang kita pijak ini adalah kitab ilmu yang sangat luas. Sungguh indah pula negeri yang kita huni ini memiliki keindahan dan pembelajaran yang membuat kita takjub akan panorama darat maupun lautan. Yaa saat ini saya akan membahas sedikit dari banyaknya keajaiban-keajaiban di Bumi Pertiwi kita.

Ibu kota negara? Benar! Jakarta!












Meski kota Jakarta sudah terkenal akan polusi di darat yang disebabkan oleh asap kendaraan, namun banyak cerita yang belum kita ketahui dari dunia laut Ibu Kota Negara kita ini. Pastinya yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, teman-teman pastinya tahu kan? Yap, Kepulauan Seribu! Wah ternyata teman-teman sangat peduli ya akan kekayaan alam bumi kita. Hehehee tapi tahu tidak pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu dan pulau-pulau yang menjadi wilayah konservasi? Yaa kalau belum tahu browsing saja sama Mbah kita. Siapa yang dimaksud Mbah kita? Yaa Mbah Google pastinya. Hehehehee J


Pada tanggal 31 oktober – 1 nopember 2011, saya dan teman-teman satu angkatan di Fakultas Pertanian Unversitas Muhammadiyah Jakarta melaksanakan Study Tour ke Kepulauan Seribu. Tepatnya kami berkunjung ke Pulau Pramuka. Hari senin kami berangkat bersama dengan dosen pembimbing Biologi ibu Rita Tri Puspitasari M,si, dari kampus kami berangkat pukul 06.00 pagi tujuan ke Pelabuhan Muara Angke. Setelah melakukan perjalanan lebih kurang 60 menit menggunakan bus kampus, kami sampai di Pelabuhan Muara Angke.


Teman-teman tahu apa yang kami lihat dan kami lakukan setelah sampai di pelabuhan?
Yaa ... hal yang membuat kami semua menutup hidung. Karena kami melewati pasar ikan sebelum sampai di kapal motor yang kami tumpangi L. Mau lihat keadaan laut di daerah Jakarta Utara? Pasti pengen nyebur deh ...



@Muara Angke 31 0kt 2011

Bagaimana setelah melihat fotonya? Masih mau nyebur disitu? Hehehehee 


Setelah rombongan kami dengan jumlah 32 naik diatas kapal, kami masih harus menunggu rombongan lain yang sama tujuannya ke Pulau Pramuka. Setelah surat perizinan selesai dan seluruh penumpang telah naik diatas kapal dengan menggunakan pelampung, kapal yang kami tumpangi-pun bertolak dari Pelabuhan Muara Angke.


Setiap detik berdetak, hembusan angin laut yang halus, terik matahari yang begitu hangat membuat sebagian orang-orang di kapal memilih untuk tidur. Tapi ada juga yang memilih untuk menikmati panorama laut termasuk saya. Hehehee J... Lebih dari 2 jam kami habiskan di perjalanan menuju Pulau Pramuka, namun itu terbayar dengan sambutan gerombolan ikan yang ada di zona perlindungan laut Pulau Pramuka. Tenang tenang ada fotonya kok ...     

 

 

@zona pelestarian laut Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu



Nah bagaimana pemandangannya? Memanjakan mata kan?
Baiklah, kita lanjutkan perjalanan menuju penginapan yang diantar oleh pemandu wisata. Rumah penginapan yang cukup besar untuk kami semua, namun karena daerah laut jadi terasa panas jika di dalam rumah. Setelah rehat sejenak kami makan bersama dan dilanjukan dengan sholat dzuhur. Setelah itu kami lanjutkan dengan kuis, selesai semua kami-pun pergi menuju penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan pembibitan mangrove Rhizopora Taman Nasional Kep.Seribu.


Sampainya di penangkaran, banyak pembelajaran yang kami dapat seputar penyu sisik, misalnya penyu sisik dapat disebut dewasa ketika umurnya mencapai 15 tahun. Penyu sisik yang ada di penangkaran diberi makan ikan yang sudah mati dan airnya diganti 2 kali dalam sehari untuk menjaga kesehatan dan kebersihan penyu tersebut. Penyu sisik yang ada di penangkaran didapat dari sarangnya langsung saat musim bertelur, namun tidak semua orang bisa mengambil dan memindahkan telur-telur tersebut. Karena jika salah posisi telur itu dipindahkan, maka yang akan terjadi adalah telur itu tidak akan bisa menetas. Penyu yang ada di penangkaran Taman Nasional Kep.Seribu, tidak semua normal. Karena ada penyu-penyu yang cacat dan tidak dilepaskan ke laut. Inilah penyu sisik di penangkaran Taman Nasional Kep.Seribu.

 






@penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) Taman Nasional Kepulauan Seribu


Kita lanjutkan dengan mangrove. Mangrove yang ada di Pulau Pramuka jenis Rhizopora, karena jenis ini yang lebih mudah untuk di budidayakan di daerah berpasir. Habitat asli dari mangrove adalah berlumpur. 

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi bermacam biota, penahan abrasi, penahan amukan angin taufan, dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut, dan lain sebagainya. Hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis seperti penyedia kayu, daun-daunan sebagai bahan baku obat obatan, dan lain-lain.

ciri ciri ekosistem mangrove:
-Memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora) misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang pada bakau Rhizophora spp., serta akar yang mencuat vertikal seperti pensil pada pidada Sonneratia spp. -dan pada api-api Avicennia spp.;
-Memiliki biji (propagul) yang bersifat vivipar atau dapat berkecambah di pohonnya, khususnya pada Rhizophora;
-Memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon.


Sedangkan tempat hidup hutan mangrove merupakan habitat yang unik dan memiliki ciri-ciri khusus, diantaranya adalah :
- Tanahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama;
- Tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat;
- Daerahnya terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat;
-Airnya berkadar garam (bersalinitas) payau (2 – 22 %o) hingga asin.
Dari segi ekonomis mangrove sangat berpotensi juga loohh ...






















Ini pembibitan mangrove di Pulau Pramuka


 

@pembibitan mangrove rhizopora Taman Nasional Kepulauan Seribu

Setelah kami asik dengan penjelasan dari instrukur di penangkaran, kami melanjutkan diskusi di pantai Pulau Pramuka. Wah diskusi yang cukup seru di alam terbuka dengan panorama yang memanjakan mata. Angin segar yang kami hirup menambahkan kehangatan kekeluargaan bagi kami semua. Hari sudah menjelang sore, kami-pun kembali ke penginapan untuk beres-beres & bersih-bersih badan. Ada yang mandi dan ada juga yang berenang di dermaga Pulau Pramuka. Tidak lupa juga untuk sholat Ashar loh! J
Menjelang petang aku pergi ke dermaga agar tidak tertinggal momen sunset. Dan inilah suasana petang di Pulau Pramuka.

@dermaga Pulau Pramuka Taman Nasional kepulauan Seribu

Waktu maghrib-pun telah tiba, dan kami-pun shalat berjamaah di masjid setempat. Seusai shalat kami melanjutkan untuk makan, dan menunya sungguh sangat spesial. Ikan salmon bakar, sambal, kerupuk yang sangat mendongkrak perut kami yang keroncongan. Lalu kami lanjutkan dengan diskusi seusai shalat isya.


Diskusi penuh dengan canda namun konsentrasi juga yang diutamakan. Banyak hal yang kami dapat dari diskusi yang dibimbing oleh dosen kami ibu Rita Tri Puspitasari M,si. Tapi jangan aneh suasana kami semakin memanas karena ruangan itu kurang suplai oksigen, yang membuat saya-pun tertidur saat diskusi. Upz jadi curhat begini? Hehehehe J

Waktu bagi kami istirahat setelah berdiskusi yang cukup panjang & semua tidur.
Mentari pagi terbit, namun pagi ini ditemani dengan hujan rintik-rintik yang menambah harmoni suasana di Pulau Pramuka. Namun rencana saya dan dosen untuk mengelilingi pulau dengan bersepeda-pun kandas karena hujan rintik yang cukup lama.

Pemandu wisata kami telah datang, dia mengantarkan kami yang akan menyewa snorkle. Setelah siap semua kami-pun menuju dermaga naik perahu untuk menyebrangi beberapa pulau dan menuju pulau semak daun. Pulau semak daun adalah salah satu pulau yang menjadi wilayah konservasi di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pulaunya tidak besar, namun memiliki panorama yang sangat indah. Pantainya-pun bersih, biota darat tingkat rendah juga terdapat disini.

Contoh-contoh biota darat yang ada di pulau semak daun

 













Itu belum semua, kalau masih penasaran bisa langsung datang kesini! Dan gak bakal rugi deh. J Biota lautnya juga bagus dan memanjakan mata.

Nah, teman-teman kalau datang ke pulau ini rugi kalau gak snorkling. Soalnya sangat indah kalau kita melihat langsung biota laut. Seperti foto yang dibawah ini:



 
Padang Lamun

kita bahas sedikit yuu tentang padang lamun?

Klasifikasi
Klasifikasi menurut den Hartog (1970) dan Menez, Phillips, dan Calumpong (1983) :
Divisi                      :Anthophyta
Kelas                     : Angiospermae
Famili                    : Potamogetonacea
Subfamili             : Zosteroideae
Genus                   : Zostera ,  Phyllospadix, Heterozostera
Subfamili             :Posidonioideae
Genus                   : Posidonia
Subfamili             : Cymodoceoideae
Genus                   : Halodule,  Cymodoceae,  Syringodium,  Amphibolis, Thalassodendron
Famili                    : Hydrocharitaceae
Subfamili             : Hydrocharitaceae
Genus                   : Enhalus
Subfamili             : Thalassioideae
Genus                   : Thalassia
Subfamili             : Halophiloideae
Genus                   : Halophila

Fungsi Padang Lamun
Secara ekologis padang lamun mempunyai beberapa fungsi penting bagi wilayah pesisir, yaitu :
  • Produsen detritus dan zat hara.
  • Mengikat sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak, dengan sistem perakaran yang padat dan saling menyilang.
  • Sebagai tempat berlindung, mencari makan, tumbuh besar, dan memijah bagi beberapa jenis biota laut,  terutama yang melewati masa dewasanya di lingkungan ini.
  • Sebagai tudung pelindung yang melindungi penghuni padang lamun dari sengatan matahari.

Pemanfaatan Padang Lamun
Padang lamun dapat dimanfaatkan sebagai berikut :
  • Tempat kegiatan multi­kultur berbagai jenis ikan, kerang-kerangan dan tiram.
  •  Tempat rekreasi atau pariwisata.
  •  Sumber pupuk hijau.
 Ciri-ciri Ekologis              
Menurut Den Hartog, 1977, Lamun mempunyai beberapa sifat yang menjadikannya mampu bertahan hidup di laut yaitu :
  1. Terdapat di perairan pantai yang landai, di dataran lumpur/pasir
  2. Pada batas terendah daerah pasang surut dekat hutan bakau atau di dataran terumbu karang
  3. Mampu hidup sampai kedalaman 30 meter, di perairan tenang dan terlindung
  4. Sangat tergantung pada cahaya matahari yang masuk ke perairan
  5. Mampu melakukan proses metabolisme termasuk daur generatif secara optimal jika keseluruhan tubuhnya terbenam air
  6. Mampu hidup di media air asin
  7. Mempunyai sistem perakaran yang berkembang baik
Ada juga terumbu karangnya, kita bahas yuu sedikit tentang terumbu karang! J

 


Manfaat Terumbu Karang :
       Tempat tinggal ( Habitat ), berkembang biak ( nursery ground ) dan mencari makan( Feeding ground ) ribuan jenis ikan, tempat mencari ikan ( fishing ground ), dll
    Ekosistem Terumbu karang memberi manfaat langsung kepada manusia dengan menyediakan makanan, obat-obatan, bahan bangunan, dan bahan lain
 Sebagai produktivitas primer di laut , satu terumbu dapat meenunjang 3.000 jenis biota (Sri Juwana,2009)

Ancaman terhadap terumbu karang
       Pencemaran minyak dan industri,
       Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan serta penambangan karang
       Peningkatan suhu permukaan laut (SPL)
       Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
       Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
       Perusakan akibat aktivitas pelayaran


Upaya Pelestarian
       Mengendalikan/ meminimalkan penambangan karang untuk lahan bangunan
  Mencegah kegiatan pengerukan atau kegiatan lainnya yang menyebabkan terjadinya endapan/ sedimentasi
       Penyuluhan terhada masyarakat tentang pentingnya peran terumbu karang bagi ekosistem pesisir
       Kegiatan transplantasi terumbu karang untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang telah rusak


Setelah puas bermain sambil belajar di dalam air, waktunya kembali ke penginapan. Sampai di penginapan kami segera berkemas. Namun, sebelum pulang pastinya kita ishoma dulu.
Untuk teman-teman yang penasaran dan belum pernah datang, silahkan kunjungi Taman Nasional kepulauan Seribu. Karena masih banyak lagi keindahan panorama bawah air dan keeksotikan Kepulauan Seribu. J



See you again .... J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar